Augmented Reality (AR) telah menjadi teknologi revolusioner dalam sektor e-commerce Asia. AR memungkinkan konsumen untuk “mencoba” produk secara virtual sebelum membeli, menjembatani kesenjangan antara pengalaman belanja online dan offline, sekaligus mengurangi ketidakpastian dan tingkat pengembalian barang.
Dalam industri fashion dan kecantikan, konsumen dapat menggunakan kamera smartphone mereka untuk mencoba lipstik, kacamata, atau bahkan pakaian secara virtual. Fitur ini memberikan visualisasi yang akurat tentang bagaimana produk akan terlihat di diri mereka, meningkatkan kepercayaan diri dalam melakukan pembelian.
Bagi perusahaan furnitur dan dekorasi rumah, AR memungkinkan pelanggan untuk menempatkan model 3D produk (misalnya, sofa atau meja) ke dalam ruang nyata di rumah mereka. Ini menghilangkan tebakan tentang ukuran dan kecocokan desain, sebuah fitur yang sangat berharga di pasar Asia dengan variasi ukuran hunian yang beragam.
Dampak AR bagi e-commerce Asia adalah peningkatan signifikan dalam tingkat konversi dan penurunan return rate. Seiring teknologi AR menjadi lebih mudah diakses dan terintegrasi ke dalam aplikasi belanja, pengalaman online shopping akan menjadi lebih imersif, personal, dan efisien.
