Kendaraan Komersial Ringan (LCV) berbasis listrik, seperti van pengiriman kecil dan truk pikap ringan, telah menjadi fokus investasi dan pengembangan baru di Asia Pasifik. Pendorong utama adalah pertumbuhan eksplosif e-commerce dan logistik last-mile di kota-kota padat Asia, dikombinasikan dengan kebutuhan perusahaan untuk mengurangi biaya operasional dan memenuhi target emisi nol.
LCV EV sangat ideal untuk operasi pengiriman perkotaan karena mereka memiliki rute yang terprediksi dan jarak tempuh harian yang terbatas, sehingga mengatasi masalah range anxiety yang sering menghantui EV penumpang. Selain itu, biaya pengisian daya listrik jauh lebih rendah daripada harga bahan bakar bensin atau diesel, menghasilkan Total Cost of Ownership (TCO) yang lebih rendah dalam jangka panjang.
Produsen Tiongkok, dengan basis manufaktur baterai dan EV yang kuat, memimpin pasar LCV EV di Asia, menawarkan model yang terjangkau dan dirancang untuk iklim dan kondisi jalan lokal. Produsen Jepang dan Korea merespons dengan model yang fokus pada ketahanan dan teknologi smart charging untuk armada.
Fokus pada LCV EV adalah kunci untuk dekarbonisasi logistik perkotaan Asia. Kendaraan-kendaraan ini merupakan workhorse ekonomi digital dan elektrifikasinya akan memberikan dampak signifikan dan cepat terhadap kualitas udara di kota-kota besar Asia Pasifik.

